Bahasa sunda-nya kata: tidak kalah
Berikut terjemahan dari tidak kalah:
hanteu eleh
tidak = hanteu, henteu, ten, tan, teu
kalah = eleh
kalah = eleh
Pohon tinggi: tangkal jangkung
lupa terus: poho kebat
turun naik: turun taek
Tibra keneh: nyenyak masih; menunjukkan keadaan yang belum berubah
karang Heuleut: 1. tahi lalat, andeng-andeng; 2. batu karang selang, antara dua waktu
Aku banget : 1. mengaku (bersalah, dsb.); 2. menganggap 1. sangat, panjang; 2. keras
ngan ukur : hanya, cuma; boga buku ngan hiji, punya buku cuma satu; ngan manehna anu milu teh, cuma dia yang ikut 1. sekedar, hanya; 2, ngukur, mengukur
mawa tina : membawa dari; karena; oleh karena
mawa tina kahirupan: membawa dari; karena; oleh karena kehidupan
Papan tulis: 1. papan; 2. kata ganti bilangan untuk petai menulis
Ngadon kabur: melakukan sesuatu di tempat orang lain 1. kabur; 2. lari cepat tak tertahankan (kuda, dsb.)
Basa sawatara taun: 1. waktu, ketika; 2. bahasa beberapa tahun
Meleng meleng: lengah, tidak hati-hati lengah, tidak hati-hati
arti nama gumilang: harti ngaran gumilang
Lila oge: lama kata penegas; juga, pun
bae antep: saja, biar saja biarkan
Anjeun nanya: engkau, kamu, anda; bahasa halus dari kata maneh bertanya
Liang molongo: lubang; liang irung, lubang hidung 1. terbuka (pintu, dsb.); 2. berlubang
Liang irung: lubang; liang irung, lubang hidung hidung
Lamun Aya : kalau, jika ada
Hiji hiji acan: satu satu belum
mau menjemput kamu: daek papag ilaing
taya hojah: tidak ada argumentasi atau daya upaya; geus taya hojah, sudah tak berdaya sama sekali
Kecap bubuhan: kata setidak-tidaknya, sejelek-jeleknya
samagaha pikir: gerhana berpikir
Ka sono: 1. kata depan menunjukkan tujuan atau jurusan; ke, kepada; 2. awalan; ke, ter, pe; 3. perekat dari godokan tulang dan kulit kangen, rindu
Gawe kayungyun: bekerja lucu, menyenangkan, menarik hati
kenging kitu : buatan, kena, tertangkap, atau menang; bahasa halus untuk beunang atau meunang seperti itu, begitu
Luhur Tiung: tinggi kerudung, jilbab
Luhur Tiung handap: tinggi kerudung, jilbab 1. rendah; 2. bawah
lupa terus: poho kebat
turun naik: turun taek
Tibra keneh: nyenyak masih; menunjukkan keadaan yang belum berubah
karang Heuleut: 1. tahi lalat, andeng-andeng; 2. batu karang selang, antara dua waktu
Aku banget : 1. mengaku (bersalah, dsb.); 2. menganggap 1. sangat, panjang; 2. keras
ngan ukur : hanya, cuma; boga buku ngan hiji, punya buku cuma satu; ngan manehna anu milu teh, cuma dia yang ikut 1. sekedar, hanya; 2, ngukur, mengukur
mawa tina : membawa dari; karena; oleh karena
mawa tina kahirupan: membawa dari; karena; oleh karena kehidupan
Papan tulis: 1. papan; 2. kata ganti bilangan untuk petai menulis
Ngadon kabur: melakukan sesuatu di tempat orang lain 1. kabur; 2. lari cepat tak tertahankan (kuda, dsb.)
Basa sawatara taun: 1. waktu, ketika; 2. bahasa beberapa tahun
Meleng meleng: lengah, tidak hati-hati lengah, tidak hati-hati
arti nama gumilang: harti ngaran gumilang
Lila oge: lama kata penegas; juga, pun
bae antep: saja, biar saja biarkan
Anjeun nanya: engkau, kamu, anda; bahasa halus dari kata maneh bertanya
Liang molongo: lubang; liang irung, lubang hidung 1. terbuka (pintu, dsb.); 2. berlubang
Liang irung: lubang; liang irung, lubang hidung hidung
Lamun Aya : kalau, jika ada
Hiji hiji acan: satu satu belum
mau menjemput kamu: daek papag ilaing
taya hojah: tidak ada argumentasi atau daya upaya; geus taya hojah, sudah tak berdaya sama sekali
Kecap bubuhan: kata setidak-tidaknya, sejelek-jeleknya
samagaha pikir: gerhana berpikir
Ka sono: 1. kata depan menunjukkan tujuan atau jurusan; ke, kepada; 2. awalan; ke, ter, pe; 3. perekat dari godokan tulang dan kulit kangen, rindu
Gawe kayungyun: bekerja lucu, menyenangkan, menarik hati
kenging kitu : buatan, kena, tertangkap, atau menang; bahasa halus untuk beunang atau meunang seperti itu, begitu
Luhur Tiung: tinggi kerudung, jilbab
Luhur Tiung handap: tinggi kerudung, jilbab 1. rendah; 2. bawah