Bahasa indonesia-nya kata: samagaha pikir
Berikut terjemahan dari samagaha pikir:
gerhana berpikir
Kecap bubuhan: kata setidak-tidaknya, sejelek-jeleknya
taya hojah: tidak ada argumentasi atau daya upaya; geus taya hojah, sudah tak berdaya sama sekali
mau menjemput kamu: daek papag ilaing
Hiji hiji acan: satu satu belum
Lamun Aya : kalau, jika ada
Liang irung: lubang; liang irung, lubang hidung hidung
Liang molongo: lubang; liang irung, lubang hidung 1. terbuka (pintu, dsb.); 2. berlubang
Anjeun nanya: engkau, kamu, anda; bahasa halus dari kata maneh bertanya
bae antep: saja, biar saja biarkan
tidak kalah: hanteu eleh
Pohon tinggi: tangkal jangkung
lupa terus: poho kebat
turun naik: turun taek
Tibra keneh: nyenyak masih; menunjukkan keadaan yang belum berubah
karang Heuleut: 1. tahi lalat, andeng-andeng; 2. batu karang selang, antara dua waktu
Ka sono: 1. kata depan menunjukkan tujuan atau jurusan; ke, kepada; 2. awalan; ke, ter, pe; 3. perekat dari godokan tulang dan kulit kangen, rindu
Gawe kayungyun: bekerja lucu, menyenangkan, menarik hati
kenging kitu : buatan, kena, tertangkap, atau menang; bahasa halus untuk beunang atau meunang seperti itu, begitu
Luhur Tiung: tinggi kerudung, jilbab
Luhur Tiung handap: tinggi kerudung, jilbab 1. rendah; 2. bawah
Nitah nyaho mulang tarima: menyuruh tahu 1. pulang, kembali; bahasa sedang dari balik; 2. membalas (kebaikan, pemberian, dsb terima
Geusan nyambung kahirupan: tempat atau tempat tidur menyambung kehidupan
Aku panggung: 1. mengaku (bersalah, dsb.); 2. menganggap 1. panggung; 2. tinggi
Burih hayam: tembolok, lambung pengunyah ayam
Tutup telinga: turub ceuli
Henteu acan: tidak belum
Dadali campernik: alap-alap; elang belalang pemakan burung kecil kecil namun menarik, lucu, atau cantik (misalnya rumah, gadis)
Bakating ku rusuh: karena, lantaran, saking 1. kata depan 1. terburu-buru, tergesa-gesa; 2. rusuh, ribut
Wangun ugeran: bentuk, bangun patokan, aturan
teras we moal tumpur: terus; bahasa halus dari terus atau tuluy saja, biar saja tidak akan mati semua, musnah
taya hojah: tidak ada argumentasi atau daya upaya; geus taya hojah, sudah tak berdaya sama sekali
mau menjemput kamu: daek papag ilaing
Hiji hiji acan: satu satu belum
Lamun Aya : kalau, jika ada
Liang irung: lubang; liang irung, lubang hidung hidung
Liang molongo: lubang; liang irung, lubang hidung 1. terbuka (pintu, dsb.); 2. berlubang
Anjeun nanya: engkau, kamu, anda; bahasa halus dari kata maneh bertanya
bae antep: saja, biar saja biarkan
tidak kalah: hanteu eleh
Pohon tinggi: tangkal jangkung
lupa terus: poho kebat
turun naik: turun taek
Tibra keneh: nyenyak masih; menunjukkan keadaan yang belum berubah
karang Heuleut: 1. tahi lalat, andeng-andeng; 2. batu karang selang, antara dua waktu
Ka sono: 1. kata depan menunjukkan tujuan atau jurusan; ke, kepada; 2. awalan; ke, ter, pe; 3. perekat dari godokan tulang dan kulit kangen, rindu
Gawe kayungyun: bekerja lucu, menyenangkan, menarik hati
kenging kitu : buatan, kena, tertangkap, atau menang; bahasa halus untuk beunang atau meunang seperti itu, begitu
Luhur Tiung: tinggi kerudung, jilbab
Luhur Tiung handap: tinggi kerudung, jilbab 1. rendah; 2. bawah
Nitah nyaho mulang tarima: menyuruh tahu 1. pulang, kembali; bahasa sedang dari balik; 2. membalas (kebaikan, pemberian, dsb terima
Geusan nyambung kahirupan: tempat atau tempat tidur menyambung kehidupan
Aku panggung: 1. mengaku (bersalah, dsb.); 2. menganggap 1. panggung; 2. tinggi
Burih hayam: tembolok, lambung pengunyah ayam
Tutup telinga: turub ceuli
Henteu acan: tidak belum
Dadali campernik: alap-alap; elang belalang pemakan burung kecil kecil namun menarik, lucu, atau cantik (misalnya rumah, gadis)
Bakating ku rusuh: karena, lantaran, saking 1. kata depan 1. terburu-buru, tergesa-gesa; 2. rusuh, ribut
Wangun ugeran: bentuk, bangun patokan, aturan
teras we moal tumpur: terus; bahasa halus dari terus atau tuluy saja, biar saja tidak akan mati semua, musnah