Bahasa indonesia-nya kata: Ngalungsar teu walakaya
Berikut terjemahan dari Ngalungsar teu walakaya:
duduk atau berbaring sambil meluruskan kedua kaki (karena capek) tidak tidak berdaya
arti kata hengker: harti tutur hengker
Tidak berani : hanteu wani
Sugan henteu: barangkali, kalau-kalau, siapa tahu tidak
tepas imah: beranda rumah
Dina golodog: kata depan untuk menunjukkan tempat kecil atau waktu; pada, di atas tangga rumah
suda suda: mengurangi; berkurang mengurangi; berkurang
ambek ambekan: marah napas
manehna nuturkeun: kata ganti orang ketiga mengikuti dari belakang
Sehat selalu kakak: waras tansah lanceuk
Keranjang sampah: karanjang runtah
Nasehat keur sarerea: nasihat 1. untuk, buat; 2. sedang, lagi semuanya, semua orang
Kamu Jangan : ilaing entong
Gandeng bisi : gaduh, ribut, berisik 1. agar, jangan; 2. kalau, apabila, jika
Matak lintuh: bisa menjadi sebab; sebab-musabab gemuk, montok
Jeung bagja: 1. ditambah; 2. dan, dengan; 3. atau; 4. daripada bahagia
Kecap layeut: kata akur seia sekata
Kecap bray caang: kata kata antar untuk terbuka atau munculnya cahaya 1. terang; 2. bersih dari pepohonan yang tadinya menghalangi sinar matahari
sobat kuring: sahabat, teman karib 1. aku, saya; 2. pesuruh atau rakyat kecil
sebagian besar: wareh gerot
Terbang melayang: apung, ngapung layang
celana pendek: calana pendek
we lah: saja, biar saja mengeluh, berkali-kali mengatakan lah
Carang takol: 1. jarang; 2. tipis membayang; 3. renggang, kurang rapat (anyaman, dsb) memukul menggunakan palu, dsb
Parab Hayam huut: makanan ternak, pakan ayam sekam, dedak
Alus teuing: baik, bagus 1. terlalu; 2. sama sekali (tidak tahu)
Teu asa asa: tidak perubahan dari kata rasa; 1. rasa pancaindra; 2. perasaan hati perubahan dari kata rasa; 1. rasa pancaindra; 2. perasaan hati
Basa kuda: 1. waktu, ketika; 2. bahasa kuda
Bandung silalatu: berdampingan 1. lelatu, bunga api, kilatan api; 2. uban; bahasa halus dari huis
Sing jagjag awak: 1. supaya, harap agar; 2. setiap sehat dan kuat badan tubuh
Nu sikluk: yang; tempat yang jauh dari kota
Tidak berani : hanteu wani
Sugan henteu: barangkali, kalau-kalau, siapa tahu tidak
tepas imah: beranda rumah
Dina golodog: kata depan untuk menunjukkan tempat kecil atau waktu; pada, di atas tangga rumah
suda suda: mengurangi; berkurang mengurangi; berkurang
ambek ambekan: marah napas
manehna nuturkeun: kata ganti orang ketiga mengikuti dari belakang
Sehat selalu kakak: waras tansah lanceuk
Keranjang sampah: karanjang runtah
Nasehat keur sarerea: nasihat 1. untuk, buat; 2. sedang, lagi semuanya, semua orang
Kamu Jangan : ilaing entong
Gandeng bisi : gaduh, ribut, berisik 1. agar, jangan; 2. kalau, apabila, jika
Matak lintuh: bisa menjadi sebab; sebab-musabab gemuk, montok
Jeung bagja: 1. ditambah; 2. dan, dengan; 3. atau; 4. daripada bahagia
Kecap layeut: kata akur seia sekata
Kecap bray caang: kata kata antar untuk terbuka atau munculnya cahaya 1. terang; 2. bersih dari pepohonan yang tadinya menghalangi sinar matahari
sobat kuring: sahabat, teman karib 1. aku, saya; 2. pesuruh atau rakyat kecil
sebagian besar: wareh gerot
Terbang melayang: apung, ngapung layang
celana pendek: calana pendek
we lah: saja, biar saja mengeluh, berkali-kali mengatakan lah
Carang takol: 1. jarang; 2. tipis membayang; 3. renggang, kurang rapat (anyaman, dsb) memukul menggunakan palu, dsb
Parab Hayam huut: makanan ternak, pakan ayam sekam, dedak
Alus teuing: baik, bagus 1. terlalu; 2. sama sekali (tidak tahu)
Teu asa asa: tidak perubahan dari kata rasa; 1. rasa pancaindra; 2. perasaan hati perubahan dari kata rasa; 1. rasa pancaindra; 2. perasaan hati
Basa kuda: 1. waktu, ketika; 2. bahasa kuda
Bandung silalatu: berdampingan 1. lelatu, bunga api, kilatan api; 2. uban; bahasa halus dari huis
Sing jagjag awak: 1. supaya, harap agar; 2. setiap sehat dan kuat badan tubuh
Nu sikluk: yang; tempat yang jauh dari kota