Bahasa sunda-nya kata: Maaf, tidak mau
Berikut terjemahan dari Maaf, tidak mau:
tawakup hanteu daek
maaf = tawakup
tidak = hanteu, henteu, ten, tan, teu
mau = daek
tidak = hanteu, henteu, ten, tan, teu
mau = daek
Hejo lembok : hijau subur, makmur, tidak kekurangan sandang pangan
kecap ngaringkang: kata berjalan beberapa langkah
Hayang kerik: mau, ingin, kepingin 1. mengerik, mengikis dengan pisau dsb.; 2. nelangsa, sedih
Bari ulah poho: 1. sambil; 2. basi; 3. berita yang tidak hangat lagi, tidak aktual jangan, tidak boleh lupa
Bari ulah: 1. sambil; 2. basi; 3. berita yang tidak hangat lagi, tidak aktual jangan, tidak boleh
Bari Recet: 1. sambil; 2. basi; 3. berita yang tidak hangat lagi, tidak aktual terdengar banyak yang bersuara seperti burung kecil atau anak-anak
Siga nu kudu: hampir mirip, hampir sama rupanya yang; 1. harus; 2. kuncup
tidak jelas kamu: hanteu ebreh ilaing
berapa lama: sabaraha heubeul
sudah minum: enggeus inum
Naha ari kuring : mengapa, kenapa 1. sedangkan; 2. kalau, jika; 3. waktu, begitu, ketika 1. aku, saya; 2. pesuruh atau rakyat kecil
Ari kuring: 1. sedangkan; 2. kalau, jika; 3. waktu, begitu, ketika 1. aku, saya; 2. pesuruh atau rakyat kecil
Tepang tahun: bertemu, berjumpa; bahasa halus dari tepung sudah bertahun-tahun lamanya
Kamar keluarga: pangkeng piri-umpi
Satampah lemah: selebar telapak tangan orang dewasa 1. tanah; 2. biasa, tidak canggung lagi
Leuweung gede: hutan besar; imah gede, rumah besar; geus gede, sudah besar, gegeden
Gomplok tur seger: lebat (rambut, daun, dsb) dan, serta segar
Wahangan gede: sungai, kali besar; imah gede, rumah besar; geus gede, sudah besar, gegeden
neda widi: 1. makan; bahasa sedang dari dahar; 2. meminta, mohon; bahasa halus dari menta izin
Kawas kitu wae: cara, seperti seperti itu, begitu saja, biar saja
siga leho ti ingsreuk: hampir mirip, hampir sama rupanya ingus dari menarik nafas melalui hidung yang berlendir
Hayang ameng: mau, ingin, kepingin 1. main, bermain-main; bahasa halus dari kata ulin; 2. bermain silat
Bulan Caang: bula 1. terang; 2. bersih dari pepohonan yang tadinya menghalangi sinar matahari
Yen hirup ulah jalir jangji: bahwa hidup jangan, tidak boleh mengingkari, ingkar 1. janji, berjanji; 2. ajal; 3. asal;
Ngaragap diri: meraba diri, badan
Tepas harep: beranda mengharapkan, menginginkan
Budak nu hampang birit loba nu resep: anak-anak yang; ringan pantat banyak yang; 1. senang, suka; 2. cinta, tertarik
Jadi kirang sono: 1. jadi; 2. tumbuh; 3. berhasil; 4. oleh karena itu; 5. setuju; 6. menjadi kurang; bahasa halus dari kurang kangen, rindu
Nyoren bedog: membawa senjata golok
Tarahal keneh: sukar dilalui (jalan rusak atau penuh rintangan) masih; menunjukkan keadaan yang belum berubah
kecap ngaringkang: kata berjalan beberapa langkah
Hayang kerik: mau, ingin, kepingin 1. mengerik, mengikis dengan pisau dsb.; 2. nelangsa, sedih
Bari ulah poho: 1. sambil; 2. basi; 3. berita yang tidak hangat lagi, tidak aktual jangan, tidak boleh lupa
Bari ulah: 1. sambil; 2. basi; 3. berita yang tidak hangat lagi, tidak aktual jangan, tidak boleh
Bari Recet: 1. sambil; 2. basi; 3. berita yang tidak hangat lagi, tidak aktual terdengar banyak yang bersuara seperti burung kecil atau anak-anak
Siga nu kudu: hampir mirip, hampir sama rupanya yang; 1. harus; 2. kuncup
tidak jelas kamu: hanteu ebreh ilaing
berapa lama: sabaraha heubeul
sudah minum: enggeus inum
Naha ari kuring : mengapa, kenapa 1. sedangkan; 2. kalau, jika; 3. waktu, begitu, ketika 1. aku, saya; 2. pesuruh atau rakyat kecil
Ari kuring: 1. sedangkan; 2. kalau, jika; 3. waktu, begitu, ketika 1. aku, saya; 2. pesuruh atau rakyat kecil
Tepang tahun: bertemu, berjumpa; bahasa halus dari tepung sudah bertahun-tahun lamanya
Kamar keluarga: pangkeng piri-umpi
Satampah lemah: selebar telapak tangan orang dewasa 1. tanah; 2. biasa, tidak canggung lagi
Leuweung gede: hutan besar; imah gede, rumah besar; geus gede, sudah besar, gegeden
Gomplok tur seger: lebat (rambut, daun, dsb) dan, serta segar
Wahangan gede: sungai, kali besar; imah gede, rumah besar; geus gede, sudah besar, gegeden
neda widi: 1. makan; bahasa sedang dari dahar; 2. meminta, mohon; bahasa halus dari menta izin
Kawas kitu wae: cara, seperti seperti itu, begitu saja, biar saja
siga leho ti ingsreuk: hampir mirip, hampir sama rupanya ingus dari menarik nafas melalui hidung yang berlendir
Hayang ameng: mau, ingin, kepingin 1. main, bermain-main; bahasa halus dari kata ulin; 2. bermain silat
Bulan Caang: bula 1. terang; 2. bersih dari pepohonan yang tadinya menghalangi sinar matahari
Yen hirup ulah jalir jangji: bahwa hidup jangan, tidak boleh mengingkari, ingkar 1. janji, berjanji; 2. ajal; 3. asal;
Ngaragap diri: meraba diri, badan
Tepas harep: beranda mengharapkan, menginginkan
Budak nu hampang birit loba nu resep: anak-anak yang; ringan pantat banyak yang; 1. senang, suka; 2. cinta, tertarik
Jadi kirang sono: 1. jadi; 2. tumbuh; 3. berhasil; 4. oleh karena itu; 5. setuju; 6. menjadi kurang; bahasa halus dari kurang kangen, rindu
Nyoren bedog: membawa senjata golok
Tarahal keneh: sukar dilalui (jalan rusak atau penuh rintangan) masih; menunjukkan keadaan yang belum berubah