Bahasa indonesia-nya kata: Gandeng bisi
Berikut terjemahan dari Gandeng bisi :
gaduh, ribut, berisik 1. agar, jangan; 2. kalau, apabila, jika
Matak lintuh: bisa menjadi sebab; sebab-musabab gemuk, montok
Jeung bagja: 1. ditambah; 2. dan, dengan; 3. atau; 4. daripada bahagia
Ka jero endog: 1. kata depan menunjukkan tujuan atau jurusan; ke, kepada; 2. awalan; ke, ter, pe; 3. perekat dari godokan tulang dan kulit dalam telur
hayang ulin: mau, ingin, kepingin bermain-mai
Hampir mirip: bis rimbag
urang deungeun : orang; aku; kita; mengajak; mari 1. deungeun sangu
Rumah makan : imah dahar
kabeh ngumbara: semua mengembara
liang papang: lubang; liang irung, lubang hidung kencing; bahasa anak-anak dari kiih
Unggal unggal: atau atau
Lantai berapa : lante sabaraha
Tepas hareup: beranda depan, muka
Kari nguyup: tinggal, sisa menghirup barang cair langsung dari wadahnya
kamu sudah mandi belum: ilaing enggeus mandi acan
Asa teu walakaya: perubahan dari kata rasa; 1. rasa pancaindra; 2. perasaan hati tidak tidak berdaya
Kamu Jangan : ilaing entong
Nasehat keur sarerea: nasihat 1. untuk, buat; 2. sedang, lagi semuanya, semua orang
Keranjang sampah: karanjang runtah
Sehat selalu kakak: waras tansah lanceuk
manehna nuturkeun: kata ganti orang ketiga mengikuti dari belakang
ambek ambekan: marah napas
suda suda: mengurangi; berkurang mengurangi; berkurang
Dina golodog: kata depan untuk menunjukkan tempat kecil atau waktu; pada, di atas tangga rumah
tepas imah: beranda rumah
Sugan henteu: barangkali, kalau-kalau, siapa tahu tidak
Tidak berani : hanteu wani
arti kata hengker: harti tutur hengker
Ngalungsar teu walakaya: duduk atau berbaring sambil meluruskan kedua kaki (karena capek) tidak tidak berdaya
Kecap layeut: kata akur seia sekata
Kecap bray caang: kata kata antar untuk terbuka atau munculnya cahaya 1. terang; 2. bersih dari pepohonan yang tadinya menghalangi sinar matahari
Jeung bagja: 1. ditambah; 2. dan, dengan; 3. atau; 4. daripada bahagia
Ka jero endog: 1. kata depan menunjukkan tujuan atau jurusan; ke, kepada; 2. awalan; ke, ter, pe; 3. perekat dari godokan tulang dan kulit dalam telur
hayang ulin: mau, ingin, kepingin bermain-mai
Hampir mirip: bis rimbag
urang deungeun : orang; aku; kita; mengajak; mari 1. deungeun sangu
Rumah makan : imah dahar
kabeh ngumbara: semua mengembara
liang papang: lubang; liang irung, lubang hidung kencing; bahasa anak-anak dari kiih
Unggal unggal: atau atau
Lantai berapa : lante sabaraha
Tepas hareup: beranda depan, muka
Kari nguyup: tinggal, sisa menghirup barang cair langsung dari wadahnya
kamu sudah mandi belum: ilaing enggeus mandi acan
Asa teu walakaya: perubahan dari kata rasa; 1. rasa pancaindra; 2. perasaan hati tidak tidak berdaya
Kamu Jangan : ilaing entong
Nasehat keur sarerea: nasihat 1. untuk, buat; 2. sedang, lagi semuanya, semua orang
Keranjang sampah: karanjang runtah
Sehat selalu kakak: waras tansah lanceuk
manehna nuturkeun: kata ganti orang ketiga mengikuti dari belakang
ambek ambekan: marah napas
suda suda: mengurangi; berkurang mengurangi; berkurang
Dina golodog: kata depan untuk menunjukkan tempat kecil atau waktu; pada, di atas tangga rumah
tepas imah: beranda rumah
Sugan henteu: barangkali, kalau-kalau, siapa tahu tidak
Tidak berani : hanteu wani
arti kata hengker: harti tutur hengker
Ngalungsar teu walakaya: duduk atau berbaring sambil meluruskan kedua kaki (karena capek) tidak tidak berdaya
Kecap layeut: kata akur seia sekata
Kecap bray caang: kata kata antar untuk terbuka atau munculnya cahaya 1. terang; 2. bersih dari pepohonan yang tadinya menghalangi sinar matahari