Bahasa indonesia-nya kata: Bear hate
Berikut terjemahan dari Bear hate:
pera hati
Berkelahi sama gua: gelut tunggal guha
Kurang tanaga: kurang tenaga
gigi berlubang : huntu tosblong
Ka balé: 1. kata depan menunjukkan tujuan atau jurusan; ke, kepada; 2. awalan; ke, ter, pe; 3. perekat dari godokan tulang dan kulit bol
Sarua baheula: sama, serupa saruana dahulu
Eureun Galecok: berhenti berbicara dengan gembira serta hampir tidak berhenti
Ngaderes bumi: melancarkan membaca Al-Quran rumah; bahasa halus dari imah
cai bodas: air putih
tepung taun: 1. bertemu, berjumpa, bersua; 2. rapat, bersentuhan tahun
Puguh palebah : tentu, past dekat, tidak jauh dari ... sekitar
Hayang nginum: mau, ingin, kepingin minum
Tiis pisan: dingin amat, sangat
Teu euleum euleum: tidak tidak ragu-ragu; tidak ada rasa malu atau segan tidak ragu-ragu; tidak ada rasa malu atau segan
Huleng jentul: termenung, merenung termenung, merenung
Rampak sekar: bersama atau bersama-sama 1. bunga, kembang; 2. abu rokok; 3. tembang
tumpur lemes : mati semua, musnah 1. halus; 2. lembut
tumpur ludes : mati semua, musnah tandas, habis sama sekali
bulan bulan: bula bula
Asli mana: pituin mana
uyah asin sorangan: garam 1. asin, rasa seperti garam; 2. ikan asin sendiri
bagaimana perasaan: kumaha rarasaan atau pangrasa
Seperti biasa : saperti sasari
Nyiuk cai ku: menyauk, menciduk air 1. kata depan
Cangkem paranti: mulut lihat paragi
maneh kasep pisan: 1. kata ganti orang kedua; kamu, engkau; 2. diri, sendiri tampan amat, sangat
Meser landong: membeli; bahasa sedang dari meuli obat; bahasa kelas dari subar
anak kamu: anak ilaing
Guyub salawasna: akur, sepaham, kompak selamanya, selama-lamanya
Guyub salawasna: akur, sepaham, kompak selamanya, selama-lamanya
Tinggal nyangking: sisa memegang; bahasa halus dari nyekel, nyangking kalungguhan, memegang jabatan (kedudukan)
Kurang tanaga: kurang tenaga
gigi berlubang : huntu tosblong
Ka balé: 1. kata depan menunjukkan tujuan atau jurusan; ke, kepada; 2. awalan; ke, ter, pe; 3. perekat dari godokan tulang dan kulit bol
Sarua baheula: sama, serupa saruana dahulu
Eureun Galecok: berhenti berbicara dengan gembira serta hampir tidak berhenti
Ngaderes bumi: melancarkan membaca Al-Quran rumah; bahasa halus dari imah
cai bodas: air putih
tepung taun: 1. bertemu, berjumpa, bersua; 2. rapat, bersentuhan tahun
Puguh palebah : tentu, past dekat, tidak jauh dari ... sekitar
Hayang nginum: mau, ingin, kepingin minum
Tiis pisan: dingin amat, sangat
Teu euleum euleum: tidak tidak ragu-ragu; tidak ada rasa malu atau segan tidak ragu-ragu; tidak ada rasa malu atau segan
Huleng jentul: termenung, merenung termenung, merenung
Rampak sekar: bersama atau bersama-sama 1. bunga, kembang; 2. abu rokok; 3. tembang
tumpur lemes : mati semua, musnah 1. halus; 2. lembut
tumpur ludes : mati semua, musnah tandas, habis sama sekali
bulan bulan: bula bula
Asli mana: pituin mana
uyah asin sorangan: garam 1. asin, rasa seperti garam; 2. ikan asin sendiri
bagaimana perasaan: kumaha rarasaan atau pangrasa
Seperti biasa : saperti sasari
Nyiuk cai ku: menyauk, menciduk air 1. kata depan
Cangkem paranti: mulut lihat paragi
maneh kasep pisan: 1. kata ganti orang kedua; kamu, engkau; 2. diri, sendiri tampan amat, sangat
Meser landong: membeli; bahasa sedang dari meuli obat; bahasa kelas dari subar
anak kamu: anak ilaing
Guyub salawasna: akur, sepaham, kompak selamanya, selama-lamanya
Guyub salawasna: akur, sepaham, kompak selamanya, selama-lamanya
Tinggal nyangking: sisa memegang; bahasa halus dari nyekel, nyangking kalungguhan, memegang jabatan (kedudukan)