Bahasa indonesia-nya kata: Bagja gede
Berikut terjemahan dari Bagja gede :
bahagia besar; imah gede, rumah besar; geus gede, sudah besar, gegeden
Rebu rebu: ribu ribu
teras we moal tumpur: terus; bahasa halus dari terus atau tuluy saja, biar saja tidak akan mati semua, musnah
Wangun ugeran: bentuk, bangun patokan, aturan
Bakating ku rusuh: karena, lantaran, saking 1. kata depan 1. terburu-buru, tergesa-gesa; 2. rusuh, ribut
Dadali campernik: alap-alap; elang belalang pemakan burung kecil kecil namun menarik, lucu, atau cantik (misalnya rumah, gadis)
Henteu acan: tidak belum
Tutup telinga: turub ceuli
Burih hayam: tembolok, lambung pengunyah ayam
Aku panggung: 1. mengaku (bersalah, dsb.); 2. menganggap 1. panggung; 2. tinggi
Geusan nyambung kahirupan: tempat atau tempat tidur menyambung kehidupan
Nitah nyaho mulang tarima: menyuruh tahu 1. pulang, kembali; bahasa sedang dari balik; 2. membalas (kebaikan, pemberian, dsb terima
Luhur Tiung handap: tinggi kerudung, jilbab 1. rendah; 2. bawah
Luhur Tiung: tinggi kerudung, jilbab
kenging kitu : buatan, kena, tertangkap, atau menang; bahasa halus untuk beunang atau meunang seperti itu, begitu
Gawe kayungyun: bekerja lucu, menyenangkan, menarik hati
arti euceuy: harti euceuy
nambut artos aya: meminjam; bahasa halus dari nginjeum uang; bahasa halus dari duit ada
basa indung: 1. waktu, ketika; 2. bahasa ibu
sareng aa : bersama atau dengan; bahasa halus dari bareng atau jeung panggilan bual kakak, biasa dipergunakan oleh atau pada anak-anak
Kokolot bedog: sesepuh, orang yang dituakan golok
henteu terang saha: tidak 1. tahu; bahasa halus dari nyaho; 2. jelas, dapat dimengerti siapa
aing hoyong: saya; bahasa kasar sekali dari kata kurin mau; ingin; bahasa sedang untuk hayang
Meletek ti beh wetan: mulai terbit matahari dari kata antar untuk menemukan timur
Sora manuk: suara burung
rieut sirah: sakit kepala kepala
Kamu sinting: ilaing siwah
Pek ku hidep: kata antar untuk menyuruh melakukan sesuatu 1. kata depan panggilan untuk anak yang sudah besar, lebih halus dari maneh; ananda
Kamar tamu: pangkeng semah
Satampah lemah: selebar telapak tangan orang dewasa 1. tanah; 2. biasa, tidak canggung lagi
Kamar keluarga: pangkeng piri-umpi
teras we moal tumpur: terus; bahasa halus dari terus atau tuluy saja, biar saja tidak akan mati semua, musnah
Wangun ugeran: bentuk, bangun patokan, aturan
Bakating ku rusuh: karena, lantaran, saking 1. kata depan 1. terburu-buru, tergesa-gesa; 2. rusuh, ribut
Dadali campernik: alap-alap; elang belalang pemakan burung kecil kecil namun menarik, lucu, atau cantik (misalnya rumah, gadis)
Henteu acan: tidak belum
Tutup telinga: turub ceuli
Burih hayam: tembolok, lambung pengunyah ayam
Aku panggung: 1. mengaku (bersalah, dsb.); 2. menganggap 1. panggung; 2. tinggi
Geusan nyambung kahirupan: tempat atau tempat tidur menyambung kehidupan
Nitah nyaho mulang tarima: menyuruh tahu 1. pulang, kembali; bahasa sedang dari balik; 2. membalas (kebaikan, pemberian, dsb terima
Luhur Tiung handap: tinggi kerudung, jilbab 1. rendah; 2. bawah
Luhur Tiung: tinggi kerudung, jilbab
kenging kitu : buatan, kena, tertangkap, atau menang; bahasa halus untuk beunang atau meunang seperti itu, begitu
Gawe kayungyun: bekerja lucu, menyenangkan, menarik hati
arti euceuy: harti euceuy
nambut artos aya: meminjam; bahasa halus dari nginjeum uang; bahasa halus dari duit ada
basa indung: 1. waktu, ketika; 2. bahasa ibu
sareng aa : bersama atau dengan; bahasa halus dari bareng atau jeung panggilan bual kakak, biasa dipergunakan oleh atau pada anak-anak
Kokolot bedog: sesepuh, orang yang dituakan golok
henteu terang saha: tidak 1. tahu; bahasa halus dari nyaho; 2. jelas, dapat dimengerti siapa
aing hoyong: saya; bahasa kasar sekali dari kata kurin mau; ingin; bahasa sedang untuk hayang
Meletek ti beh wetan: mulai terbit matahari dari kata antar untuk menemukan timur
Sora manuk: suara burung
rieut sirah: sakit kepala kepala
Kamu sinting: ilaing siwah
Pek ku hidep: kata antar untuk menyuruh melakukan sesuatu 1. kata depan panggilan untuk anak yang sudah besar, lebih halus dari maneh; ananda
Kamar tamu: pangkeng semah
Satampah lemah: selebar telapak tangan orang dewasa 1. tanah; 2. biasa, tidak canggung lagi
Kamar keluarga: pangkeng piri-umpi