Bahasa Indonesia-nya kata: seget (Bahasa Sunda)
Berikut terjemahan dari kata seget:
Bahasa Indonesia-nya kata seget: menggigit sedikit pinggirnya
cikaseer:
air mata; bahasa halus dari cipanon
ciseer: air mata; bahasa halus dari cipanon
seer: air mata; bahasa halus dari cipanon
seep: habis; bahasa halus dari beak
seeng: dandang
nyedok: menyauk, me-nyedok
sedok: menyauk, me-nyedok
seda: mati
seblok: mengguyur, membasahi
seah: suara air mengalir deras atau suara hujan tertiup angin
sayogi: sedia; bahasa halus dari sedia
nyayang: bersarang
sayang: sarang (burung atau ayam)
kasawur: terganggu (suara)
sawur: terganggu (suara)
nyeget: menggigit sedikit pinggirnya
segog: menjorok, menyudu
nyegog: menjorok, menyudu
sejen: lain; bukan yang ini atau bukan yang itu
seka: membersihkan dengan saputangan, dsb
nyeka: membersihkan dengan saputangan, dsb
seklek: menyalahkan orang lain habis-habisan
nyeklek-nyeklekkeun: menyalahkan orang lain habis-habisan
sela: pelana, sadel
seleh: menyerahkan, memberikan
nyelehkeun: menyerahkan, memberikan
seler bangsa: suku bangsa
selewer: menyeleweng, berselingkuh
nyelewer: menyeleweng, berselingkuh
semah: tamu
ciseer: air mata; bahasa halus dari cipanon
seer: air mata; bahasa halus dari cipanon
seep: habis; bahasa halus dari beak
seeng: dandang
nyedok: menyauk, me-nyedok
sedok: menyauk, me-nyedok
seda: mati
seblok: mengguyur, membasahi
seah: suara air mengalir deras atau suara hujan tertiup angin
sayogi: sedia; bahasa halus dari sedia
nyayang: bersarang
sayang: sarang (burung atau ayam)
kasawur: terganggu (suara)
sawur: terganggu (suara)
nyeget: menggigit sedikit pinggirnya
segog: menjorok, menyudu
nyegog: menjorok, menyudu
sejen: lain; bukan yang ini atau bukan yang itu
seka: membersihkan dengan saputangan, dsb
nyeka: membersihkan dengan saputangan, dsb
seklek: menyalahkan orang lain habis-habisan
nyeklek-nyeklekkeun: menyalahkan orang lain habis-habisan
sela: pelana, sadel
seleh: menyerahkan, memberikan
nyelehkeun: menyerahkan, memberikan
seler bangsa: suku bangsa
selewer: menyeleweng, berselingkuh
nyelewer: menyeleweng, berselingkuh
semah: tamu